Home -> Adwords -> Google Adwords Anti Boncos

Google Adwords Anti Boncos

Sudah sering beriklan di google adwords tapi sering boncos ? Konversi jelek, trafik sedikit dan berbagai macam kendala lainnya.

Sudah beriklan di FB ads misalnya, tapi ingin mencoba google adwords namun masih ragu.

Tapi apa yang terpikirkan oleh teman2 jika google adwords sudah dikuasai oleh marketplace dan ecommerce yang besar  seperti ini ?

Dan memang inilah kelemahan adwords google search yang hanya memberi beberapa slot iklan untuk halaman pencariannya. Maka kompetisi akan ketat sekali dan biasanya akan dimenangkan oleh pemodal yang besar.

Pertanyaan selanjutnya, adalah apakah sudah siap dengan anggaran yang cukup. Cukup disini adalah menghitung berapa besar anggaran yang disiapkan untuk terjadinya 1 konversi penjualan.

Ada perhitungan awal yang harusnya disiapkan terlebih dahulu sebelum beriklan dengan beberapa parameter dan keyword yang dibidik. Perhitungan ini biasanya di istilahkan cost/purchase. Yaitu perhitungan yang di dapatkan dari 2 parameter :

  • CPC didapatkan dari keyword planner
  • Conversion Rate minimal 2%, jika campaign sangat tertarget maka biasanya lebih besar dari 10%

Mari kita ambil contoh misal kita berjualan baju renang untuk retail dan target market Indonesia.

dari data tersebut misal kita ambil keyword yang buying keyword yaitu jual baju muslim dengan nilai CPC 1500 an.

Kita cek kompetisi di google search sudah di dominasi beberapa marketplace

Disinilah analisa awal dimulai. Ingat, kita hanya masuk ke kompetisi yang kita yakin bisa memenangkannya, meski dengan strategi yang jitu jika harus berhadapan dengan marketplace.

Maka solusi praktisnya :

  1. Jika produk kita tidak memiliki added value dibandingkan produk lainnya, maka sebaiknya tidak head to head masuk ke adwords terutama yang google seacrh. Lebih baik masuk ke marketplace diatas atau menggunakan media lain seperti Facebook atau Instagram serta yang lainnya. Kecuali perhitungan cost/purchase nya masuk. Disinilah rahasia pertamanya. (Akan dibahas dibawah)
    YAITU masuk ke adwords berdasarkan persiapan berapa banyak biaya yang siap dikeluarkan untuk menghasilkan 1 konversi.
  2. Jika kita memiliki produk yang memiliki nilai tambah atau produk yang bisa memberi perbedaan, maka kita bisa menggunakan strategi Melawan Raksasa yang pernah saya bahas sebelumnya.

Menghitung cost/purchase dari contoh diatas :

CPC = 1500 dan conversion rate ambil yang terjelek 2% maka cost per purchase nya adalah 750.000 …. wow.. tinggi banget.

Klo udah tau seperti ini maka apakah masuk perhitungan menjual baju renang dengan keuntungan harus diatas 750 rb rupiah ??

Lalu berarti harus mundur dong ? Jangan dulu sebelum melakukan solusi kedua diatas!

Jika solusi kedua diatas juga masih mental maka ada baiknya mereview kembali apakah efektif tetap menggunakan adwords sebagai media promosi untuk produk kita tersebut, atau menggunakan metode dibawah.

Lalu produk atau jasa apa sih yang cocok untuk beriklan di adwords dan bagaimana solusinya? Kita bahas dengan gambar grafik dari google data studio berikut.

Membaca data konversi diatas bisa membuat baper heheheh…..

Ini adalah salah satu produk yang berbeda. Pengunjung hanya 950 dan konversi lead (Call dan Chat WA) hanya 60 dalam 30 hari terakhir dan dari Adwords hanya sebesar 50, Akan tetapi karena sejak awal target audience nya sangat tertarget, maka rata2 konversi yang terjadi mencapai 5-10% atau 2-5 closing. Maka sekilas biaya per closing rata2 dengan anggaplah terjadi 2 closing = 15.000 x 50 = 750.000 / 2 = 375.000

Sehingga biaya yang dikerluarkan untuk menghasilkan 1 konversi adalah 375 rb. Mahal ? Iya mahal jika kita berjualan produk retail dengan keuntungan puluhan hingga ratusan ribu.

Bagaimana jika berjualan produk atau jasa dengan keuntungan jutaaan bahkan puluhan juta dalam setiap closing ? Maka 350 rb sangatlah kecil. Inilah Langkah pertama yaitu produk yang sebaiknya dijual adalah produk dengan profit yang besar.
Contoh produknya ? riset sendiri dong 😀
Sekedar clue.. produk yang bersifat proyek biasanya masuk dalam kategori ini. Atau jasa dengan skill dan bayaran yang tinggi tanpa harus mengeluarkan modal. Dengan catatan benar dalam mentarget audience nya.

Sedikitnya kontak yang masuk ternyata bisa menjadi keuntungan sendiri, yang pasti kontak yang masuk adalah kontak yang benar2 tertarget.
Kedua, CS jadi tidak repot jika sebulan hanya melayani 60 pelanggan, maka CS bisa lebih leluasa memfollow up dan juga membina relationship dengan calon pelanggan. Cs pun bisa di daya gunakan untuk projek dan campaign yang berbeda.
Akhirnya 1 CS bisa menghasilnya multiple income, bukan 1 income dihabiskan multi CS heheheheh 🙂

Lah klo udah tau margin kecil dan perhitungan cost/purchase nya tinggi banget tapi tetap ngotot mau head to head dengan marketplace tanpa added value… itu sama aja pergi ke medan perang yang penuh dengan tank dengan hanya membawa pentungan. 😀

Tapi jangan menyerah karena masih ada Langkah kedua, yaitu jangan terpaku pada google search, tapi gunakan Google Display Network dengan syarat juga sangat tertarget.

Kita hanya memasuki perang yang kita meyakini bisa menang

Jika data awal sudah kita dapatkan dan ternyata google search sudah penuh oleh marketplace atau ecommerce yang besar, maka harus dipertimbangkan untuk menggunakan GDN.
Jika metode google search adalah head to head antara pengiklan yang muncul di halaman 1, dan tentu itu berarti siapa yang paling kuat Bid dan budget nya. Maka GDN memiliki keunggulan yaitu pemilihan placement.
Klo kita umpamakan, pemilihan placement ini seperti halnya pemilihan target audience di facebook. Sangat banyak sekali variasi sehingga peluang untuk memenangkan kompetisi atau munculnya iklan pada target masih sangat besar tanpa harus head to head dengan advertiser besar.
Dapat dilihat pada hasil grafik diatas, ternyata GDN bisa menghasilkan lead yang cukup besar dengan budget yang jauh lebih kecil. GDN masih banyak yang belum terexplore maximal. Mulai dari jaringan web yang memasang adsense, Google shopping, hingga video youtube.

Langkah selanjutnya yang dan juga langkah final, yaitu setelah memperoleh campaign yang stabil (Winning campaign klo di FB ads) maka biasanya google akan memberikan saran agar merubah bid dari perklik ke CPA bidding seperti gambar berikut.

Ikuti saran google akan tetapi mulai dengan split experiment 50% agar tidak terlalu mempengaruhi konversi yang sudah terjadi.

Pada tahap ketiga inilah 90% tidak pernah boncos karena :

  • Konversion sudah terukur sebelum di ubah ke CPA
  • Google akan memelihara kestabilan konversi dengan budget CPA yang di tetapkan
  • Selama jumlah pencarian stabil, maka kita tidak perlu lagi memikirkan berapa budget yang keluar, karena setiap budget yang keluar selalu di imbangi dengan konversi yang stabil pula.

masih ada kemungkinan boncos jika :

  • Jumlah pencarian produk atau jasa menurun. Karena itulah cari produk yang bukan trending melainkan produk jangka panjang. Cek pada google trend.
  • Jika CS tidak bisa melakukan closing setelah lead masuk. Maka hal ini lebih disebabkan pada skill manusianya.

Setelah mendapatkan winning campaign tersebut maka tugasnya adalah melakukan scale up agar profit lebih besar.

Cara melakukan scale up ada 2 :

  1. Scaling vertikal dengan mengembalikan ke bid strategy CPC lalu mengunakan Automated Rule untuk mencoba menaikkan/menurunkan Budget dan CPC  secara periodik dengan tetap mengatur target cost/conv dan juga konversinya.
    Dengan melihat history saat menggunakan CPA bidding maka kita bisa menghitung dan menentukan berapa batas cost/conv yang optimal.
    Pada tahap ini budget & bid akan sangat terukur ketika dinaikkan, dan akan tetap menjaga konversi ketika budget & bid diturunkan.
  2. Scaling horizontal dengan membuat campaign atau groups yang baru untuk mencari dan membuat CPA kembali dengan keyword ataupun target yang baru.

Dengan scaleup kedua hal diatas serta memiliki produk dan jasa yang long term, maka bisa menjadi pasif marketing (karena tinggal menunggu order) dan juga pasif income ( karena stabilnya konversi ).

Kesimpulannya agar tidak boncos

  1. Bukan menentukan keuntungan, tapi tentukan biaya yang siap dikeluarkan untuk setiap closing. Apakah cocok dengan analisa langkah pertama.
  2. Gunakan strategi melawan raksasa jika produk atau jasa nya sudah di iklankan marketplace atau ecommerce yang besar.
  3. Setelah menemukan winning campaign beralih pada CPA Bidding
  4. Scaling Up dengan vertical dan horizontal, maka profit otomatis mengikuti Insya Alloh.

Semoga ada manfaatnya.. yuk sharing pengamalan teman2 di komentar di bawah ya 🙂

About Fendy Resdian Artanto

Konsultan Pemasaran Internet- Konsultan Pemasaran Internet UKM -Skill: SEO, SEM, FB marketing

Check Also

Pengalaman Tips Meningkatkan Profit Hingga 300%

Apakah peningkatan profit 300% dalam 3 bulan adalah sesuatu yang mustahil ? Bahkan bisa lebih …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *